Senin, 09 Januari 2012

pap smear


Pap Smear merupakan pemeriksaan  sederhana yang dikembangkan oleh  Dr. George N. Papanicalaou untuk penapisan awal dari gejala kanker leher rahim. Pap smear merupakanpemeriksaan sitologi eksfoliative dengan memeriksa  sel-sel epitel cervix yang lepas. Pemeriksaanini lebih mudah, murah, sederhana, aman dan akurat. Di negara maju, skrinning Pap Smear terbukti dapat menemukan lesi prakanker, menurunkan insiden dan menurunkan angka kematian akibatkanker serviks sampai 70-80%. Tujuan tes Pap adalah menemukan sel abnormal atau sel yang dapat berkembang menjadi kanker termasuk infeksi HPV. Kanker serviks merupakan penyakit menular seksual, bila penyakit prakanker/ displasia ditemukan lebih dini kemungkinan angka penyembuhan mencapai 80-90 % tergantung beratnya lesi dan cara pengobatannya.

Kapan Melakukan Pap Smear?
Pemeriksaan Pap Smear dilakukan  paling tidak setahun sekali bagi wanita yang sudah menikah atau yang telah melakukan hubungan seksual. Para wanita sebaiknya memeriksakan diri sampai usia 70 tahun.
Pap Smear dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid. Persiapan pasien untuk melakukan Pap Smear adalah tidak sedang haid, tidak coitus 1 – 3 hari sebelum pemeriksaandilakukan dan tidak sedang menggunakan obat – obatan vaginal.
Pengambilan sampel dapat dilakukan oleh dokter umum, dokter spesialis maupun bidan/ paramedis. Sedangkan yang memproses sampel adalah analis/ teknisi laboratoriun dan yang mendiagnosa hasil adalah ahli patologi anatomi (dokter spesialis PA).
 Sampel / Bahan yang Diperiksa
Bahan yang dapat dijadikan sampel adalah dari cervical/ vaginal smear, sputum, bronchial washing/ brushing, nasopharyngeal smear/ washing/ brushing, urin, cairan lambung/ pleura/ ascites/ sendi, liquor cerebrospinal, aspirat AJH, inprint neoplasma.
Sampel yang biasa digunakan adalah dari cervical/ vaginal smear.
Sarana Prasarana yang Diperlukan dalam Pap Smear
Sarana prasarana yang diperlukan dalam pemeriksaan pap smear antara lain : ruangan khusus, meja ginekologi, tenaga ahli dan terampil, spekulum steril, peralatan yang menunjang untukpemeriksaan Pap Smear (spatula, obyek glass, cairan untuk fiksasi, tabung fiksasi, mikroskop), alat tulis (misal spidol marker, label, pensil), formulir Pap Smear, medical records, laboratorium sitologi dengan petugas terampil/ ahli dalam menginterpretasikan hasil, transportasi pengiriman hasil Pap Smear, sistem informasi untuk meyakinkan klien dalam melakukan kunjungan ulang, kualitassistem asuransi untuk memaksimalkan keakuratan.
Fiksasi sampel adalah cara mengawetkan sampel dengan bahna kimia tertentu agar sel yang terkandung dalam sampel tidak rusak/ lisis. Bahan kimia untuk fiksasi antara lain : alkohol 96 %, alkohol 70 %, methanol, alkohol 50 %, either – alkohol 95 %.
Bahan kimia yang biasa digunakan untuk
 fiksasi sampel adalah alkohol 96%.
Alat Pengambilan Sampel
Alat pengambilan sampel untuk pap smear dengan menggunakan spatula yang dapat terbuat dari kayu maupun plastik. Jenis spatula antara lain : cervix brush, cytobrush, plastic spatula, maupun wooden spatula.
Dua hari menjelang pemeriksaan, ibu dilarang melakukan senggama maupun memakai obat-obatanyang dimasukkan ke dalam liang senggama. Waktu yang baik untuk pemeriksaan adalah beberapa hari setelah selesai menstruasi. Terlebih dahulu mengisi informed consent dan formulir Pap Smearsecara lengkap dan sesuaikan dengan nomor urut pengambilan. Ibu dalam posisi litotomi, pasang spekulum vagina tanpa menggunakan pelicin, dan tanpa melakukan periksa dalam sebelumnya. Setelah portio tampak, maka spatula dimasukkan ke dalam kanalis servikalis, lalu spatula diputar 180° searah jarum jam. Spatula dengan ujung pendek diusap 360° pada permukaan serviks. Lendir yang didapat dioleskan pada objek glass berlawanan arah jarum jam. Apusan hendaknya dilakukan sekali saja, lalu difiksasi atau direndam dalam larutan alkohol 96% selama 30 menit. Sediaan dapat dikirim secara basah (tetap direndam dalam alkohol) atau dikirim secara kering dengan mengeringkan sediaan setelah direndam dalam alkohol. Selanjutnya sediaan tadi dikirim ke AhliPatologi Anatomi untuk diperiksa.
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembuatan Sediaan Apus
Hal yang harus diperhatikan dalam  pembuatan sediaan apus adalah membuat sediaan apusan tipis merata; segera fiksasi sesuai metode pewarnaan PAP; membuat sediaan sedikit mungkin mengandung darah; menjaga kebersihan obyek glass yang digunakan; menghindari bahan kimia yang merusak sel; menyiimpan ditempat yang bersih, kering dan aman; memberi label pada obyek glas yang digunakan.
Kualitas suatu tes penapisan dapat diukur dengan :
·      Sensitivitas : Kelompok wanita dengan tes positif diantara yang sakit.
·      Spesifisitas : Kelompok wanita dengan tes negatif diantara yang tidak sakit.
Angka negatif palsu diperkirakan berkisar 5-50%, kesalahan terbanyak disebabkan oleh pengambilan sediaan yang tidak adekuat (62%), kegagalan skrining (15 %) dan kesalahan interpretasi (23%). Sedangkan angka positif palsu berkisar 3-15 %. Ketepatan diagnostic perlu memperhatikan komponen endoserviks dan ektoserviks yang dapat menggabungkan cytobrush dan spatula.
Kesalahan yang sering terjadi :
1.   Sediaan apus terlalu tipis, hanya mengandung sedikit sel.
2.   Sediaan apus terlalu tebal dan tidak merata, sel bertumpuk-tumpuk sehingga menyulitkanpemeriksaan.
3.   Sediaan apus telah kering sebelum difiksasi (terlalu lama diluar, tidak segera direndam di dalamcairan
 fiksatif).
4.  
 Cairan fiksatif tidak memakai alkohol 96 %.
Petunjuk untuk penapisan :
·      Pemeriksaan tes Pap dilakukan setelah 2 tahun aktif dalam aktifitas seksual.
·      Interval penapisan. Wanita dengan tes Pap negatif berulang kali diambil setiap 2 tahun, sedangwanita dengan kelainan atau hasil abnormal perlu evaluasi lebih sering.
·      Pada usia 70 tahun atau lebih tidak diambil lagi dengan syarat hasil 2 kali negatif dalam 5 tahun terak

Minggu, 08 Januari 2012

nematoda jaringan


BAB I
   PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Istilah yang di pakai untuk menegakan diagnosis dari infeksi,nematode jaringan pada manusia.preodisitas ialah periode saat microfilaria ( larva dari nematode jaringan ) Nematoda jaringan perlu diketahui penting yaitu periodisitas, preodisitas adalah berada dalam darah tepi
perioditas ini ada beberapa macam yaitu :
1.      Perioditas nocturna yaitu di saat microfilaria berada dalam darah tepi malam hari
2.      Perioditas diurnal yaitu saat microfilaria berada dalam darah tepi siang hari
3.      Sub priodisitas nocturna, yaitu saat microfilaria berda dalam darah tepi malam hari lebih banyak dari siang hari
4.      Sub-periodisitas diurnal, yaitu saat microfilaria berada dalam darah tepi siang hari lebih bnyak dari pada malam hari
5.      Non –preodik yaitu saat microfilaria berada dalam darah tepi sama siang dan malam jadi setiap saat microfilaria dapat di temukan dalam darah tepi.
Penyakit yang di sebabkan oleh nematode jaringan adalah Filariasis,
filariasis adalah penyakit zoonosis menular yang banyak ditemukan di wilayah tropika seluruh dunia. Penyebabnya adalah edema, infeksi oleh sekelompok cacing nematoda parasit yang tergabung dalam superfamilia filarioidea. Gejala yang umum terlihat adalah terjadinya elefantiasis, berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar (skrotum), sehingga penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah. Walaupun demikian, gejala pembesaran ini tidak selalu disebabkan oleh filariasis.
Filariasis biasanya dikelompokkan menjadi tiga macam, berdasarkan bagian tubuh atau jaringan yang menjadi tempat bersarangnya: filariasis limfatik, filariasis subkutan (bawah jaringan kulit), dan filariasis rongga serosa (serous cavity). Filariasis limfatik disebabkanwuchereria bancrofti, brugia malayi, dan brugia timori Gejala elefantiasis (penebalan kulit dan jaringan-jaringan di bawahnya) sebenarnya hanya disebabkan oleh filariasis limfatik ini.b. Timori diketahui jarang menyerang bagian kelamin, tetapi w. Bancrofti dapat menyerang tungkai dada, serta alat kelamin. Filariasis subkutan disebabkan oleh loa loa (cacing mata afrika), mansonella streptocerca, onchocerca volvulus, dan dracunculus medinensis (cacing guinea). Mereka menghuni lapisan lemak yang ada di bawah lapisan kulit. Jenis filariasis yang terakhir disebabkan oleh mansonella perstans dan mansonella ozzardi, yang menghuni rongga perut. Semua parasit ini disebarkan melalui nyamuk atau lalat pengisap darah, atau, untuk dracunculus, oleh kopepoda (crustacea).

1.2  Tujuan

·      untuk mengetahui  nematode jaringan
·      mengatahui penyebab filariasis ( kakai gajah ) pada manusia dan hewan

BAB II
     PEMBAHASAN

2.2   Wuchereria bancrofti 
 
*    Hospes dan nama penyakit
w. bancrofti merupakan parist manusia yang menyebabkan filariasis bancoftiatau wukeriasis bancofti,penyakit ini tergolong filariasis limfatik,bersama dengan penyakit yang disebabakan oleh bulgia malayi dan burgia timori,W. bancofti tidak terdapat secara alami pada hewan
*    Distribusi geografis
Parasit ini tersebar di daerah tropis dan subtropis, ke Utara sampai ke Spanyol, ke Selatan sampai ke Australia, Afrika,Asia, Jepang, Taiwan, Philiphina, Indonesia dan Kepulauan Pasifik Selatan
*    Daur hidup dan morfologi

Morfologi :
Cacing dewasa: berbentuk memanjang seperti rambut (hair like), warna    transparans, bentuk filariform dengan ujung meruncing sedikit demi sedikit. Cacing jantan dan betina didapatkan saling melingkar di dalam habitatnya dan sukar untuk dilepaskan.
Jantan : Ukuran 25-40 X 0,1 mm, bagian posterior melengkung ke ventral dan mempunyai spiculae
Betina : Ukuran 80-100 X 0,25 mm.
Life span : kurang lebih 5-10 tahun.

Mikrofilaria :
Setelah dilahirkan oleh induknya dalam saluran lymphe, mereka akan menemukan jalannya menuju saluran lymphe utama dan akhirnya berada dalam aliran darah tepi. Morfologi mikrofilaria dapat diamati dengan baik dengan mengambil darah penderita, dan dibuat sediaan tetes tebal yang diwarnai dengan Wright/Giemsa. Pada sediaan yang baik akan terlihat mikrofilaria sebagai suatu bentukan silinder memanjang. Ciri-ciri khas dari mikrofilariaWuchereria bancrofti sbb :

 Ukuran kurang lebih 290 X 6 mikron
·      Terbungkus oleh suatu selaput hialin (hyaline sheath), tetapi pada pengecatan dengan Giemsa
·      sheath ini jarang nampak dan hanya nampak pada pengecatan yang pekat.
·      Curva tubuhnya halus dan tak mempunyai lekukan tubuh sekunder (secondary kink negatif)
·      Tubuhhya terisi oleh body nuclei yang tersebar merata, nampak seolah-olah teratur.
·      Pada ujung anterior terdapat bagian yang bebas dari body nuclei, disebut cephalic space yang
·      ukuran panjangnya kurang lebih sama dengan lebarnya (Cephalic space ratio 1 : 1).
·      Ujung posterior tidak mengandung body nuclei (Terminal nuclei negatif)
Siklus hidup :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG96irbgsAFEnJ2NV7t43JAwC0miOegnVfnkMHWu3oLiTc9h2jhGssDZvUmd9d95nEfEyhl_RlrCnXQfBq4TY7tn7Z-0dsJdJqydsOCusufye6MZxoeNE0rkbeia3RjfulMHN9N4U97CA/s320/siklus+hidup+filaria+W.bancrofti.bmp
Siklus hidup W. bancrofti sumber www.dpd.cdc.gov/dpdx



Wuchereria bancrofti mempunyai 2 host yaitu :

1. Dalam Tubuh Manusia (Definitif host) :
Cacing dewasa berada dalam saluran dan kelenjar lymphe, setelah kawin cacing betina akan melahirkan mikrofilaria (ovo vivipar) sesuai dengan sifat periodisitasnya mikrofilaria-mikrofilaria tersebut akan berada di darah tepi . Bila kebetulan ada nyamuk yang sesuai menggigit penderita tersebut, maka mikrofilaria akan ikut terhisap bersama darah penderita dan masuk ke tubuh nyamuk. Didalam tubuh manusia mikrofilaria dapat bertahan hidup lama tanpa mengalami perubahan bentuk.

2. Dalam Tubuh Intermediate host :
            Nyamuk yang berperan sebagai vektor biologis/hospes perantaraan untuk Wuchereria bancrofti adalah dari genus : Culex, Anopheles,Aedes. Mikrofilaria yang terhisap masuk pada saat terjadinya gigitan, sesampai di lambung nyamuk akan melepaskan sheathmya. Dalam waktu 1-2 jam kemudian ia menembus dinding usus nyamuk menuju ke otot-otot thorax untuk mengadakan metamorfosis. Dalam waktu kurang lebih 2 hari mikrofilaria akan tumbuh menjadi larva stadium I (l24-250 mikron X 10-17 mikron) dan 3-7 hari kemudian menjadi larva stadiumII yang panjangnya (225-330 mikron dan lebar 15-30 mikron) dan pada hari ke 10-11 pertumbuhan larva dapat dikatakan telah lengkap menjadi larva stadium III dengan ukuran panjang 1500-2000 mikron dan lebarnya 18-23 mikron), yaitu stadium yang infektif untuk manusia. Larva tersebut bermigrasi ke kelenjar ludah (proboscis). dan siap untuk ditularkan bila nyamuk tersebut menggigit manusia lagi.

Cara Infeksi :
·      Melalui inokulasi (gigitan) nyamuk betina. (Culex, Aedes, Anopheles), di India dan China : Culex fatigans, di Kepulauan Pasific : Anopheles punctulatus
·      Bentuk infektif untuk manusia larva stadium III
·      Portal of entry : kulit
Habitat :
System lymphatic dari extremitas superior atau inferior, hal ini tergantung dari lokasi gigitan
Kebanyakan di regio Inguino-scrotal

*    Patologi dan gejala klinis
Pathogenesis :
Effect pathogen yang nampak pada Wuchereria dapat disebabkan oleh bentuk dewasa baik yang hidup maupun yang mati. Bentuk dewasa atau larva yang sedang tumbuh dapat menyebabkan kelainan berupa reaksi inflamasi dan system lympatic. Sedangkan bentuk microfilarianya yang hidup didalam darah belum diketahui apakah menghasilkan product-product yang bersifat pathogen, kecuali pada accult filariasis.
Hasil metabolisme dari larva Wuchereria yang sedang tumbuh menjadi dewasa pada individu yang sensitif dapat menyebabkan reaksi allergi seperti: urticaria, "fugitive swelling". (pembengkakan, nyeri, pembengkakan pada kulit extremitas) dan pembengkakan kelenjar lymphe. Gejala ini dapat timbul awal dalam waktu beberapa bulan (kurang lebih 3 1/2 bulan) setelah penularan. Pemeriksaan darah tepi untuk mencari mikrofilaria pada stadium ini biasanya negatif (gagal ditemukan), tetapi pada biopsi kelenjar lymphe setempat mungkin dapat ditemukan cacingWuchereria bancrofti muda atau dewasa.
Gejala Klinis :
Karena filariasis bancrofti dapat berlangsung selama beberapa tahun maka dapat terjadi gambaran klinis yang berbeda-beda. Reaksi pada manusia terhadap infeksi filaria berbeda dan beraneka ragam. Akibat infeksi yang disebabkan oleh filaria maka dapat diklasifikasi sbb :
1.      Bentuk dengan peradangan
2.      Bentuk dengan penyumbatan dan
3.      Bentuk tanpa gejala.
1. Bentuk dengan peradangan (Filariasis dengan peradangan)
Filariasis dengan peradangan merupakan fenomen alergi karena kepekaan terhadap bahan-bahan metabolit yang berasal dari larva yang sedang tumbuh dari cacing betina yang melahirkan mikrofilaria, atau dari cacing dewasa yang hidup dan yang mati. Dapat juga terjadi infeksi sekunder yang disebabkan oleh streptococcus atau oleh jamur. Lymphangitis dari anggota tutuh pembengkakan setempat dan kemerahan lengan dan tungkai merupakan gejala yang khas dari serangan yang berulang- ulang. Demam menggigil, sakit kepala, muntah dan kelemahan dapat menyertai serangan tersebut yang dapat berlangsung beberapa hari-minggu yang terutama
terkena ialah saluran limphe tungkai dan alat genital; dapat terjadi funiculitis, epididymitis, orchitis. Dapat terjadi leucocytosis sampai 10.000 dengan Eosinophyl 6-26%.

2. Bentuk penyumbatan (Filariasis dengan penyumbatan)
Penyumbatan dapat terjadi akibat perubahan dinding dan proliferasi endothel saluran lymphe karena proses peradangan (obliterative endolymphangitis) juga karena fibrosis kelenjar lymphe dan jaringan ikat sekitarnya akibat keradangan yang berulang-ulang atau dapat juga akibat efek mekanis misalnya penyumbatan oleh cacing dewasa pada lumen pembuluh lymphe. Penyumbatan pada filariasis terjadinya perlahan-lahan biasanya setelah terkena infeksi filaria selama bertahun-tahun. Akibat penyumbatan limfatik tersebut maka dapat terjadi pelebaran lumen dan menurunnya elastisitas pembuluh lymphe, disebut lymp varix. Dapat juga timbul kebocoran dinding pembuluh lymphe yang menyebabkan cairan lymphe keluar dari lumen; hidrocele, chyluria. Hypretrofi jaringan yang terkena proses yang menahun menyebabkan penebalan jaringan sehingga bisa terjadi Elephanthiasis.

4.      Bentuk tanpa gejala (Filariasis tanpa gejala)

Di daerah endemi, anak-anak mungkin terkena penyakit sejak umur muda, dan pada umur 6 tahun pada mereka telah dapat ditemukan mikrofilaria di dalam darah tanpa menimbulkan gejala yang menunjukkan adanya infeksi ini. Pada pemeriksaan tubuh tampak mikrofilaria dalam jumlah besar dan adanya eosinofil. Pada waktu cacing dewasa mati mikrofilaria menghilang tanpa penderita menyadari akan adanya infeksi

*    Diagnosis
Diagnosa filariasis ditegakkan berdasarkan atas :
  • Anamnese yang berhubungan dengan nyamuk didaerah endemi
  • Dari gejala klinis seperti tersebut diatas
  • Pemeriksaan laboratorium dengan melakukan pemeriksaan darah yang diambil pada waktu
malam (terutama untuk yang bersifat xacternal periodicyty). Diagnosa pasti bila kita menemukan parasitnya. Perlu kiranya diketahui bahwa darah penderita dengan gejala filariasis tidak selalu ditemukan mikrofilaria. Selain dengan pemeriksaan tersebut dapat juga dilakukan dengan :
Xeno Diagnosis yaitu Nyamuk yang steril digigitkan pada orang yang diduga menderita Wuchereriais, kemudian dilakukan pembedahan atau nyamuk-nyamuk tersebut dilumatkan untuk mencari mikrofilaria atau larva.
Metode yang lain adalah : Biopsi kelenjar: gambaran yang khas dari infeksi Wuchereriasis kelenjar sangat membantu.
Serologis : dapat dilakukan dengan tes kulit (skin test) maupun Complement Fixation Test, dengan menggunakan antigen yang berasal dari Dirofilaria immitis. Metode ini sangat membantu diagnosa terutama pada fase- fase permulaan. Ada keadaan-keadaan tertentu dimana mikrofilaria tidak ditemukan pada pemeriksaan darah tepi penderita, yaitu: - Selama permulaan fase allergie
  • Setelah serangan limfangitis, karena cacing dewasa telah mati.
  • Pada kasus-kasus Elephanthiasis, karena sumbatan sistim limfatik sehingga
  • mikrofilaria tak dapat mencapai peredaran darah.
  • Pada Occult Filariasis

*    Pengobatan dan pencegahan
Obat-obat Filarisida yang dapat dipakai antara lain :
1.      Diethyl Carbamazin (Hetrazan)
o    terutama untuk mikrofilarianya
o    dosis dan cara pemberiannya masih bervariasi
o    dosis standart yang dipakai adalah 2 mg/ kg berat badan 3 X sehari selama 7-14 hari
o    untuk mengurangi efek samping (sakit kepala,pusing, mausea, demam) pemberian obat dimulai
2.      dari dosis rendah, kemudian ditingkatkan secara bertahap
3.      Preparat Arsen ; Mel W, Mel B, untuk cacing dewasanya.
4.      Suramin
5.      Corticosteroid ; untuk mengurangi efek allergie
6.      Antibiotika: dapat dipakai pada limfangitis rekurens yang disebabkan oleh infeksi sekunder.
7.      Operasi
Pencegahan :
Pencegahan Wuchereriasis di daerah endemis meliputi pemberantasan nyamuk dan mengobati penderita yang merupakan sumber infeksi. Perlindungan manusia dengan menutup ruangan dengan kawat kasa, memakai kelambu atau repelent.
*    Epidemiologi
Filariasis bancofti dapat di jumpai di perkotaan dari pada di perdesaan di Indonesia penyakit ini lebih sering di jumpai di perdesaan dan penyebaran bersifat local,kurang lebih 20 juta penduduk Indonesia bermukim di daerah endemic filariasis bancofti malayi dan timori dan merka sewaktu-waktu dapat menular, elompok umur dewsa yang sering menderita terutama meraka yang berpeng hasilan rendah.


2.2 Brugia malayi dan brugia timori
*    Hospes dan nama penyakit
Brugia malayi dapat dibagi dalam dua varian : yang hidup pada manusia dan hidup pada manusia dan hewan,misalnya kucing kera dll. brugia timori hanya terdapat manusia.penyakit yang disebabkan oleh B.malayi disebut filariasis malayi dan yang disebabkan oleh B.timori disebut filariasis timori kedua penyakit tersebut kadang-kadang disebut sebagai  filariasis brugia.

*    Distribusi geografis
B. malayi hanya terdapat di asaia,dari india sampai ke jepang,termasuk Indonesia.
B. timori hanya terdapat di Indonesia timur di pulau timor,flores,rote,alor dan beberapa pulau kecil di nusa tenggara timur.
*    Daur hidup dan morfologi
Morfologi  :
Cacing dewasa jantan dan betina hidup di saluran dan pembuluh limfe benteknya halus seperti benag dan berwana putih susu yang betina berukuran 55 mm x 0,16 mm ( B. malayi ) 21-39 mm ( B. timori ) dan yang jantan 22-23mm x 0,09 mm
(B. malay ), 13- 23 mm x 0,08 mm ( B.timori )
            Cacing betina mengeluarkan microfilaria bersarung. Ukuran microfilaria
B. malayi adalah 200-260 mikron x 8 mikron dan B. timori 280-310 mikron x7 mikron
           
Daur hidup :
Cacing betina mengeluarkan microfilaria bersarung, B malayi mempunyai periodisitas nocturna atau sub-perioditas nocturna. B. timori mempunyai perioditas nocturna.
B. malayi yang berprioditas nocturna di tularkan oleh An Barbirotris yang di peroditas sub-perioditas nocturna ditularkan oleh nyamuk mansonia B .timori di tularkan oleh nyamuk  An barbirotris. daur hidup kedua parasit ini sangat panjang ,tetapi lebih pendek dari pada w.bancofti masa pertumbuhan di dalam nyamuk kurang lebih 10 hari pada manusia kurang lebih 3 bulan .di dalam tubuh nyamuk kedua parasit ini juga mengalami dua kali pergantian kulit,berkembang dari larva stadium I menjadi larva stadium II dan III, menyerupai perkembangn parasit W. bancofti . di dalam tubuh manusia berkembang kedua parasit tersebut juga sama dengan perkembangan w. bancofti
                        http://4.bp.blogspot.com/_EQhIFIMIICc/SwXRPel3XPI/AAAAAAAAAMQ/P9y0_Gh3z2A/s1600/FILARIASIS.png
*                                 Patologi dan gejala klinis
Gejala filariasis malayi dan timorigejala utamnya adalah demam,linfagitis,dan linfaginitis elephanisiasi   mengenai tungkai di bawah lutut dan lengan di bawah siku,biasanya uni lateral dan tidak mengenai kelamin dan payudara
*                        Diagnosis
Di tegakan dengan menemukan microfilaria dalam darah tepi pada malam hari
1.      Diagnosis parasitologi : sama dengan filariasis bankofti, kecuali sampel berasal dari darah saja.
2.      Radiodiagnosis umumnya tidak di lakukan pada filariasis malayi
3.      Diagnosis imonologi belum dapat di lakukan pada filariasis malayi
*                      Pengobatan dan pencegahan
        Pengobatan :
        Sampai sekrang DEC masih merupakan obat utama, dosis yang di pakai di beberapa Negara asia            berbeda-beda, di Indonesia dosis yang di anjurkan adalah 5 mg/ kg berat badan / hari selam 10 hari. Efek samping DEC pada pengobatan filariasis  brugia lebih berat,bila di bandingkan dengan pengobatan bancofti.



Pencegahan :

Pemberatasan nyamuk pada penrindukan seperti An .Babirostris di daerah persawahan dan mansonia yang berpendudukan di rawa-rawa. Hewan anjing, kucing, dan kera yang berperan sebagai hospes reservoir dari B. malayi yang berperioditas nocturna agar di hindari dari infeksi parasit


                                                                            BAB III
                                                                        PENUTUP

                     3.1 Kesimpulan

1.      filariasis adalah penyakit yang di sebabkan oleh cacing filarial yang hidup dalam system linfe dan di tularkan oleh nyamuk ,bersifat menahun dan menimbulkan cacat menetap,gejala klinis berupa demama berulang 3-5 hari.  
2.      mekanisme penularan yaitu nyamuk mmengadung larva infektif mengigit manusia maka terjadi infeksi microfilaria. Tahap selanjutnya di dalam tubuh manusia larva memasuki system limfedan tumbuh menjadi cacing dewasa, kumpulan cacing filarial dewasa ini menyebabakan penymbatan pembuluh linfe akibatnya pembekakan kelenjar linfe ,tungkai dan alat kelamin
3.      pencegahan filariasis dapat di lakukan dengan menghindari gigitan nyamuk dan melakukkan 3M. Pengobatan DEC di kombinasikan dengan Albendazol

3.2  Saran

Diharapak pemerintah dan masyarakat lebih serius menaganin kasus filariasis karena penyakit ini dapat membuat penderitanya mengalmai cacat fisisk sehingga kan menjadi beban keluarga, masyarakat dan Negara. Dengan mengani kaus ini filariasis inipula, di harapkan Indonesia mampu mewujudkan program Indonesia sehat





            



Senin, 02 Januari 2012


Memang betul kuning telur banyak mengandung nutrisi dan memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan kita. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata putih telur jauh lebih sehat untuk otot dan mengurangi berat badan? Berikut fakta-fakta dibalik putih telur.
Putih telur tidak memiliki lemak, kolestrol, lemak trans, bahkan karbohidratKolestrol yang terdapat pada telur ternyata paling banyak berada pada kuning telur. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan putih telur dalam masakan atau makanan sehari-hari untuk menurunkan tingkat kolesterol.
Putih telur = sumber protein alamiPutih telur mengandung 40 jenis protein dan nutrisi penting lainnya seperti potasium, kalsium, fosfor dan zink. Protein alami yang terdapat pada putih telur ini juga baik dalam menghasilkan asam amino untuk pembentukan otot.
Putih telur menghasilkan protein yang langsung bisa diserap oleh tubuh
Makanan lain yang mengandung protein seperti daging-dagingan atau minuman berprotein harus dipecah dulu oleh tubuh sebelum dapat diserap. Proses yang lama ini menyebabkan tubuh hanya bisa menerima 1/3 saja dari protein asli. Sementara dengan putih telur, protein langsung diserap oleh tubuh 100%.
Sarapan putih telur untuk mengurangi berat badanMengonsumsi putih telur di pagi hari memberikan tenaga bagi tubuh untuk membakar lemak dan kalori sambil membentuk otot. Sebuah penelitian di Pennington Biomedical Research Center membuktikan bahwa mereka yang mengonsumsi dua putih telur setiap pagi, berat badannya berkurang hingga 65% dan merasa lebih berenergi, daripada mereka yang hanya mengonsumsi roti biasa.
Naga Penurun Kolestrol
Jakarta - Naga yang satu ini memang benar-benar sakti. Mengapa tidak? Selain rasanya yang enak dan segar juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Kok bisa?

Eitss... tapi ini bukan naga jadi-jadian loh, karena naga yang dimaksud adalah buah naga atau dragon fruit. Bentuknya mirip dengan nenas, tetapi berwarna merah dan memilik sayap di kulitnya seperti naga. Hmm... mungkin itu ya sebabnya mengapa buah ini dinamakan buah naga.

Untuk isinya sendiri buah naga ini ada dua jenis, yaitu berwarna merah dan putih berbintik-bintik hitam. Buah naga yang berwarna putih ini mirip dengan buah kiwi dan lebih mudah didapat dibanding buah naga berwarna merah. Meskipun konon, buah naga berwarna merah memiliki khasiat yang lebih tinggi dibanding yang berwarna putih. Meskipun begitu keduanya diyakini dapat menyeimbangkan kadar gula darah, penurun kolestrol, mencegah kanser usus, dan memenurunkan kadar lemak dalam badan.

Oh ya, buah naga ini juga ternyata populer saat merayakan upacara keagamaan masyarakat Tionghoa dan juga tahun baru China. Mungkin karena 'naga' sendiri memiliki arti khusus bagi masyarakat Tionghoa. Nah, karena sebentar lagi akan merayakan tahun baru China, yuk siap-siap beli buah naga!

Minggu, 01 Januari 2012


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perempuan terkadang merasa sulit menurunkan berat badan dibandingkan laki-laki. Ternyata, itu bukanlah sekedar perasaan. Banyak faktor ilmiah yang menyebabkan perempuan lebih sulit untuk membakar lemak tubuh dibandingkan laki-laki.
Inilah alasan wanita sulit menurunkan berat badan.
1. Wanita memiliki lebih banyak lemak dibandingkan ototPerempuan lebih banyak memiliki lemak dibandingkan otot di dalam tubuh. Jaringan otot bersifat lebih aktif dari jaringan lemak. Kalori yang tersimpan dalam otot lebih mudah terbakar. Pria yang memiliki jumlah otot lebih banyak dibandingkan wanita lebih mudah untuk menurunkan berat badan.
Dibandingkan lelaki, jumlah lemak yang ada pada tubuh perempuan hampir mencapai dua kali lipatnya. Sebagai calon ibu, lemak ini penting diperlukan untuk membantu ketika hamil dan menyusui.
2. Distribusi lemak
Distribusi lemak pada perempuan dan pria juga berbeda. Perempuan lebih banyak memiliki lemak di bagian bawah tubuh. Sementara itu, lelaki menumpuk lemaknya di tubuh bagian atas.
Ada perbedaan sifat lemak yang cukup mendasar tergantung dari letaknya di dalam tubuh. Lemak bagian atas lebih cepat terbakar dibandingkan lemak tubuh bagian bawah. Hal ini bisa diuji pada wanita yang sedang diet. Penurunan berat badan cenderung diamati dari pengukuran tubuh bagian atas yang lebih mudah mengecil.
3. Perempuan memiliki bentuk tubuh lebih kecil dari priaUmumnya, wanita memiliki perawakan yang cenderung lebih kecil dibandingkan pria. Ukuran tubuh yang lebih besar membuat pria lebih mudah kehilangan panas tubuh. Hilangnya panas tubuh dapat meningkatkan metabolisme. Sehingga, hal tersebut mudah menurunkan berat badan.
4. Hormon tubuhSecara alami, hormon pria membantu menurunkan berat badan. Testosteron dan hormon pertumbuhan dapat meningkatkan tingkat metabolisme. Hormon itu bisa meningkatkan massa otot tubuh. Karena pria menghasilkan lebih banyak testosteron  dibandingkan perempuan, mereka cenderung membakar lemak lebih banyak daripada wanita.
Selama kehamilan dan siklus menstruasi, sel-sel lemak dalam tubuh wanita mempertahankan jumlah air akibat perubahan hormonal. Adanya kandungan air dalam lemak membuat sel-sel lemak memperbesar. Alhasil, adanya air menyebabkan metabolisme lemak menjadi sulit dilakukan oleh wanita.
Hormon progesteron yang diproduksi oleh perempuan juga memicu rasa lapar. Tak hanya itu, progesteron membuat wanita merasa mengantuk dan kurang berolahraga. Sehingga, hal tersebut semakin memicu kenaikan berat badan.
5. Faktor kehamilanSel-sel lemak berkembang biak dan berkembang selama kehamilan. Setelah kehamilan, sel-sel lemak masih ada dalam tubuh. Setiap kali tubuh makan makanan yang berlebih, sel-sel lemak akan semakin luas dan membuat berat badan bertambah.



ayah ku pekerja keras..

ayah..
engkau tak pernah mengenal lelah
engkau pekerja keras yang gigih
pagi yang dingin
siang yang panas
sore yang kelam
tak pernah kau hiraukan itu semua
engkau tetap semnagat bekerja
demi masa depan putra-putri mu
aku bangga punya ayah seperti mu
ayah...
kan ku beri kado dan hadiah terindah untuk mu
yaitu  prstasi n kelulusan terbaik ku...
the fighting spirit of my father I'm proud of you