Selasa, 21 Januari 2014

do'aku

Ya Allah, Hari ini tiba juga aku di usia ini Hari di mana aku harus menjadi lebih bijaksana Hari di mana aku harus menjadi lebih dekat dengan-Mu Hari di mana aku harus bisa menjadi teladan bagi orang lain Ya Allah, Panjangkanlah usiaku agar hidupku menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain Panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaran-Mu Panjangkanlah usiaku agar aku dapat membimbing keluargaku untuk dapat tunduk dan berbakti kepada-Mu Panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih bersyukur atas nikmat dan rizqi yang Engkau anugerahkan kepadaku

Jumat, 03 Januari 2014

aku yang slalu membuatmu kecewa

sayang satu hal yang perlu kau tau aku tulus cintakamu mungkin sikap dan tingkah ini slalu buatmu kecewa itu karna ada rasa kecewa yang mendalam yang kurasakan, kamu yang terbaik yang pernah aku kenal banyak hal pengalam yang aku dapat banyak nasehat kasih sayang yang di luar sana gak pernah aku dapatkan kecuali darimu kau sederhana yang salalu sabar menghadapi aku kau yang tak pernah lelah perhatiin aku dan kau salalu ada buat aku maafkan aku yang salalu membuatmu marah dan kecewa ini semua salahku satu hal lagi aku gak pernah memandang kau redah sedikitpun tapi kenapa salalu kau bawa2 kata2 kalau aku merendahkanmu jujur sedikitpun tak terbersit memandangmu rendah kalau aku g sayang gak serius gak mungkin aku pertahanin semua ini aku punya keyakinan kamu bisa jadi orang besar izini aku salalu ada buatmu sayang aku gak mau kehilanganmu jaga hatiku untukmu ya..

pengorbananmu

perjuanganmu sangat besar kepadaku aku sadar itu semua hujan panas pagi malam slalu ada buat aku pengorbananmu tak bisa aku balas maafkan aku yang slalu buatmu kecewa dan sakit hati ini aku yang penuh kekurangan maaf sampai detik ini gak bisa buatmu bahagia dalam hati kecil ini ingin kau slalu ada di sisiku temani hari- hariku dalam suka maupun duka

Kamis, 02 Januari 2014

sakit hatiku

malam ini tepat kau maki aku kau caci aku berulang-ulang apakah wanita yg katanya kamu cintai yang seharusnya kamu lindungi kamubuat air matanya berlinag itu kah yang di namakan cinta ?????? sakit hati yg kurasa tapi entah dasar apa aku pertahanin ini semua gak terima ingin rasanya lari jauh pergi meninggalkanmu orang yang ku sayang orang yang ingin aku perjungkan tapi selalu buat derai air mata aku g kuat semua ini ... sesak rasa dada ini menahan rasa yng semakin lama semakin menyat hati jujur aku sera gak kuat mempertahankan ini semua kita yang salalu sama-sama ego dan saling menyalhkan.. aku sadar aku banyak buatmu kecewa malam ini tulisan ini buktiin kalau aku sayang kamu jangan buat aku nagis .. jangan buat aku cemburu .. jika masih di beri waktu kita bersama sama- kita baikin hubungan ini jikapun tidak ada lagi waktu itu ini kenangan catatan hatiku buat kamu kalau aku gak mau kehilangan kamu aku sayang kamu biar semua ini jadi cerita hidupku .. catatn ini untukmu panda potan saragih .. batam 02 januri 2014

curahan hati seorang wanita

Aku tak mengerti Aku tak mengerti kenapa? Aku tak mengerti sikapmu kepadaku. Aku tak tahu apa salahku? Aku tak tahu apa yang membuatmu bersikap seperti itu kepadaku. Setiap kali aku mencoba tuk menghubungimu. Kau bersikap dingin kapadaku. Seolah aku adalah pengganggu dalam hidupmu. Hatiku sakit. Karena kau membuatku seolah menjadi wanita murahan. Hatiku benci, karena sikapmu selalu begitu padaku. Aku hanya ingin berbicara denganmu. Aku hanya ingin berteman denganmu. Namun karena masa lalu kita. Kau melemparku begitu saja. Apa salahku kepadamu? Kenapa kau seperti ini kepadaku. Kau bilang kau tak ingin melukaiku. Tapi kau melukaiku dengan sikapmu. Apa kau benar-benar mencintaiku dulu. Atau kau hanya kasihan kepadaku dulu. Pertanyaan itu selalu mencul dalam benakku. Kau selalu bersikap baik pada wanita lain. Tapi kau selalu menjauh dariku. Kau menjadi laki-laki untuk wanita lain. Tapi kau menjadi penakut dihadapanku. Kenapa? Dan Kenapa? Kau berani menjemput wanita lain dengan mudahnya, tapi kau takut menjemputku. Kau berani keluar berdua dengan wanita lain, tapi kenapa kau selalu menolak ketika jalan denganku? Apa yang salah dengan diriku. Kau tak tahu betapa dulu aku sangat menginginkan dirimu bersikap seperti kau bersikap kepada wanita lain. Aku selalu menunggu. “Nek,kita jalan yuks?”, “nek tak jemput yaa?” , “nek aku main kerumahmu yaa” tapi tak pernah sekalipun kau lakukan. Untuk main kerumah saja, kau selalu membawa teman, dan itu pun jika aku memintamu untuk datang. Kau tak menghubungiku, kau bilang kau takut menyakitiku, hingga kau memilih pergi dari hidupku. Tapi sikapmu menunjukkan lain dengan ucapanmu. Kau menempatkan aku menjadi orang yang salah, dan tak berharga untuk siapapun. Benar ku tahu kau membenci sikapku yang sekarang. Tapi seharusnya kau bilang. Ingat saat ramadhan dulu. Ketika aku ingin cerita kepadamu, karena kamu lama membalas chatku, aku gak jadi cerita dan bilang “males”. Kata itu sering aku gunakan dengan teman-temanku. Mereka menyikapinya dengan biasa, namun kamu malah marah gak jelas, dan bilang aku sombong, keras kepala. Menghina kamu, dan bilang gak mau dihubungi ma q lagi. Kamu jahat mengatakan itu padaku. Selain itu saat aku cms kamu terakhir kali, aku hanya bersapa dan menanyakan kabarmu, kau malah menjawab dengan jawaban yang membuat aku marah. Apa kamu tidak terlalu sensitive kepadaku? Apa aku thu pengganggu yang sellau membuatmu marah? Aku lelah dengan sikap dinginmu.jika aku punya salah padamu, harusnya kau bilang padaku. Bukan bersikap seperti ini. Apa salahku padamu? Hingga kau seperti ini padaku. Lebih baik kau bilang kepadaku, hingga aku punya alas an untuk menghilang dari hidupmu jika kau menginginkanku pergi, dan tak membuatku menjadi orang yang jahat seperti ini. Satu hal yang ingin ku kau tahu. Aku tak pernah menyesal mengenalmu. Karena kau mengajariku banyak hal termasuk cinta dan pershabatan.. terima kasih..

Minggu, 24 Maret 2013

Terimakasih ayah terimakasih ibu

Waktu bergulir betapa cepatnya Rasaku membuka lembar baru ta’aruf bersama Inilah saatnya tiba Di penghujung waktu kami mengembara ilmu Di tempat ini..tempat penuh kenangan Penuh keseriusan serta canda tawa Dalam pandangan gelap kami bernafas Berjalan tegak ke depan Mengenakan sang toga hitam yang penuh keagungan Tak hanya sekedar jubah Kami seakan memakai cermin harapan orang tua Agar kami mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan Berfikir rasional dan memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang Layaknya sudut persegi topi toga ini Terimakasih kuucapkan tuk guru kami yang tercinta Karena merekalah kami berilmu Karena kesabaran merekalah kami mengerti Gelombang getaran hati sudah tak bisa dibendung lagi Ingin kami berteriak. Kami siap! Siap mengamalkan ilmu kami! Siap membangun masa depan negeri kami! Siap mengepakkan sayap ke dunia sebenarnya! Dunia yang penuh persaingan tanpa batas.. Sesekali kami lihat wajah mereka yang tak asing lagi Ya benar.. mereka adalah orang tua kami yang sedang dihujani kebanggaan Merekalah orang yang sangat kami hargai, kami hormati dan kami sayangi Ayah.. Ibu… Adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untuk kami Tersenyum bangga melihat putra putri kecilnya berhasil tumbuh dewasa Menjadi seseorang yang dianugerahi ilmu pengetahuan Seiring dengan langkah kaki.. Terlintas dibenak kami atas apa yang telah mereka lakukan dalam hidup ini Ayah… Kau adalah sosok yang mengagumkan Seseorang yang selalu berkorban ikhlas demi membahagiakan keluarga Seseorang yang tak kenal lelah membanting tulang demi menafkahi kami Seseorang yang selalu mengucurkan keringatnya agar kami dapat menikmati hidup Ayah.. Terimakasih telah mendidikku dengan nasehat-nasehatmu Terimakasih telah berkorban hanya untuk melindungi kami Terimakasih telah menyayangiku disetiap hembusan nafasmu Maafkan kami yang selalu menjadi beban untukmu Maafkan kami yang sering tak mendengar nasehatmu Ayah..engkau adalah nyawa kami.. Maafkan dosa-dosa kami Ayah.. Ibu.. Kau laksana sang surya yang menerangi relung jiwa Kau bagai embun pagi yang sejukan hati ini Kau mengandung kami selama 9 bulan tanpa keluh kesah Dan kau menaruh nyawamu hanya untuk melahirkan kami Ibu.. Terimakasih telah rela merawat dan menjaga kami Terimakasih atas kelembutan dan kasih sayangmu Terimakasih selalu menyebut namaku disetiap do’a-do’a sucimu Maafkan kami yang masih belum bisa membuatmu bahagia Maafkan kami yang selalu menyusahkanmu Ibu…surga kami dibawah telapak kakimu Maafkan dosa-dosa kami Ibu.. Ya Allah.. Tubuh mereka yang kuat kini sudah mulai membungkuk Kulit mereka yang begitu kencang kini sudah mulai keriput Mahkota mereka yang begitu hitam kini sudah mulai memutih Garis kelopak mata mereka yang begitu indah kini sudah mulai mengerut Mereka menghabiskan hidupnya hanya untuk membahagiakan kami Kami sadar bahwa kami tak dapat membalas semua jasa mereka Keberhasilan dan perjuangan yang kami capai hari ini Tidak terlepas dari cinta kasih sayang dan dukungan mereka Kami hanya bisa berdo’a kepada-Mu ya Allah.. Ampunilah segala dosa-dosa mereka Bahagiakanlah mereka baik di dunia maupun di akherat Lindungilah dan sayangilah mereka Karena mereka begitu berarti dalam hidup kami Ya Allah… Terimakasih Ayah… Terimakasih Ibu.. Jasamu akan selalu terkenang dalam hidup kami..

Minggu, 02 Desember 2012

Tuhan , ajari aku ikhlas

Saat Langkah Ini terhenti.. kutengok apa yang terjadi.. menatap langit kelabu penuh dengan kegelapan.. kelam, hitam, mencekam.. Tuhan.. Kenapa Hari-hariku selalu berlumur kemalangan.. menjalani, menerima, dan mencoba Ikhlas telah kulakukan.. mengapa masih saja langit itu terlihat mendung.. sepintas dan selamanya tak pernah kuanggap.. aku ingin seperti mereka.. aku ingin menjadi seperti mereka.. tapi ini aku, aku bukan mereka.. Tuhan.. jika engkau masih takdirkan aku ada.. Aku ingin jadi yang terbaik diantara yang baik.. Aku ingin jadi manusia beriman diantara para mukmin.. jauhkan fikiran ini dari kekalutan.. rendahkanlah diri ini dari kesombongan.. dan selalu istiqomahkan hati ini dengan ketulusan.. Hanya Untuk-Mu dan Agama-Mu.. Sesungguhnya aku ingin Berkorban..